4 Langkah Mengenalkan sholat pada anak

sholat

Khalif

Mengenalkan sholat pada anak memang tidak mudah, tapi bukan berarti tidak bisa. Begitulah kira-kira pengalaman saya dan istri mengenalkan sholat pada anak pertama (khalif). Sebenarnya anak pasti biasa melihat Ibu atau ayahnya sholat ketika ada dirumah. Namun sebagai anak lelaki, tentu lebih baik jika mengenalkan sholat berjamaah di Mesjid. Anak pasti akan mencontoh pada kedua orangtuanya. Jadi jika ingin anak bisa sholat, maka harus dimulai dari orang tua terlebih dahulu dengan menunaikan ibadah sholat 🙂

Lalu bagaimana mengenalkan sholat pada anak ? Berikut ada 4 langkah mengenalkan sholat pada anak yang pernah kami terapkan.

  1. Menggendong ketika ibu sedang sholat dan anak menangis. Karena anak lebih sering bersama Ibu. Maka sejak usia dibawah 1 tahun, anak sudah bisa melihat atau merasakan gerakan sholat dari Ibu. Biasanya ketika Ibu sedang sholat, anak menangis. Nah ketika anak menangis, Ibu bisa kok menggendong anak sambil tetap melanjutkan sholat nya. Mungkin anak belum paham, tapi setidaknya anak sudah mulai diperkenalkan gerakan-gerakan dalam sholat.
  2. Ajak anak ke mesjid sejak usia dini. Ketika mengajak anak sholat ke mesjid, tentu kita tidak bisa sendirian. Kami cukup rutin mengajak khalif ke mesjid meski saat itu khalif baru bisa merangkak. Jadi anak tetap sholat bersama istri, biasanya sholat tempat istri disekat dan tertutup, sehingga jikapun anak merangkak berkeliaran, dia tidak akan bisa pergi jauh. Sementara saya sholat nyaman saja di barisan lelaki 😀
  3. Jika dirumah maka sholat bersama Ibu nya. Jika Ayahnya sedang dirumah, maka sebisa mungkin ajak anak untuk sholat berjamaah dimesjid.
  4. Ketika anak sudah bisa jalan dan lebih bisa diatur, maka saya mulai beranikan untuk mengajak anak ke mesjid berdua saja, tanpa istri. Awal-awal tentu anak akan lari kesana kemari cukup mengganggu jamaah lainnya. Tapi memasuki usia anak sekitar 2 tahun lebih, anak sudah lebih mengerti dan bisa sholat disamping saya. Sekarang usia khalif sudah 2 tahun 8 bulan dan sudah tidak lari atau jalan ke jamaah lainnya, bahkan Khalif sudah bisa melakukan takbir, rukuk, sujud, dan duduk antara dua sujud, meski tentu gerakannya belum sempurna. Pastinya anak akan bosan ketika dimesjid. Kalaupun bosan paling hanya teriak “amin”, “allohhu akbar”, atau loncat-loncat di tempat / shaf dia sendiri. Jadi secara umum sudah tidak mengganggu jamaah yang lain.

Bagaimana pengalaman rekan sekalian ?


Comments

  1. Harus diberi contoh sedari kecil ya

Leave a Reply

Your email address will not be published / Required fields are marked *