4 Perubahan Saat Memiliki Anak Usia Berdekatan

anak

Ibam(1,5 bulan) dan Khalif (20 bulan)

Memiliki dua anak usia berdekatan adalah anugerah luar biasa yang harus di syukuri. Alhamdulillah saya dan istri dipercaya memiliki, mengasuh, bertanggung jawab terhadap dua anak. Anak pertama (Khalif) saat ini masih berusia 20 bulan. Dan anak kedua (Ibra Ahmad Ghazy / Ibam) baru berusia 1,5 bulan. Suasana dirumah sekarang menjadi lebih seru, rame, dan heboh dengan kehadiran dua buah anak. Si kecil nangis, kakaknya pun ikut nangis dan begitupun sebaliknya. Tapi itu hanya sebagian kecil keseruan yang terjadi.

Kerja Ekstra memiliki anak usia berdekatan

Karena kami tidak menggunakan jasa PRT, jadi istri yang total mengurus kedua anak dirumah sehingga mengurus rumah dan keluarga jadi lebih ekstra. Sebetulnya bukan hanya istri saja yang harus kerja lebih ekstra, tapi Ayah pun harus lebih sigap. Saat ini tercatat ada 4 perubahan suasana rumah dan perubahan sikap dari anak pertama saat ada adiknya atau saat memiliki anak usia berdekatan

  1. Saya jadi harus lebih membantu mengurus anak pertama. Saat saya sedang dirumah/libur, jadinya fokus terbagi antara ayah yang lebih mengurus anak pertama, dan Ibu mengurus anak kedua. Tentu dengan porsi ayah mengurus ya tidak sebesar si Ibu. Karena Khalif sudah tidak ASI, jadi tidak terlalu ketergantungan kepada Ibu. Jadi sekarang saya yang lebih sering melakukan aktivitas mencebok anak, mandiin anak, mengajak main, dan aktivitas lainnya dengan Khalif, anak pertama. Sementara istri lebih fokus untuk mengurus anak kedua. Namun ketika weekday, ya tetap istri yang super fokus mengurus kedua anak. Tak lupa sebelum saya berangkat ke kantor, Khalif sekarang selalu ingin digendong terlebih dahulu 😀
  2. Anak pertama jadi lebih banyak keinginan dan sedikit cemburu. Saat Ibam pertama dikenalkan kepada Khalif – sembari istri menggendong Ibam, Khalif langsung teriak sambil sedikit nangis “simpen simpen bu” (maksudnya menyuruh menyimpan Ibam/ jangan digendong). Secara langsung itu membuat hati istri sedih karena harapan istri, Khalif tidak kaget menjadi kakak. Tapi sekarang perlahan Khalif sudah mulai bisa menerima kehadiran Ibam bahkan sudah bisa mencium pipi Ibam adiknya.
  3. Khalif mungkin memasuki periode tantrum. Karena cukup sering meminta sesuatu sambil menangis keras dan berlebihan supaya keinginannya dipenuhi. Tapi saya anggap ini karena memasuki periode peralihan Khalif menjadi seorang kakak.
  4. Kerjasama dalam mengurus rumah. Selain mengurus anak, tentu rumah juga harus di urus / dibersihkan. Jadi ya saling pengertian dan bergantian saja suami bisa melakukan hal seperti menyapu, ngepel, mencuci, dan setrika. Untuk urusan masak ya tetap oleh istri 🙂

Mungkin nanti ketika anak-anak beranjak besar, saya mudah-mudahan bisa berbagi tips mengasuh anak usia berdekatan. Tapi sekarang karena anak anak masih kecil, jadi saya belum termasuk kategori sukses mengasuh dua anak usia berdekatan. Sekarang hanya berbagi cerita saja perubahan yang terjadi.

Lalu bagaimana pengalaman teman sekalian ketika punya anak usia berdekatan ?

Share this post Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

Comments

  1. waah sama kang .. hehe harus super ekstra keras deh, arfa saat ini usia 2th 4 bln ketika punya adik lg, jadi makin manja dan mungkin sedikit cemburu.. suka caper aja biar lebih diperhatiin dibanding dedenya.. tapi ya sebagai ayah harus selalu sigap deh ^^

  2. Hanif Mahaldi
    June 7, 2014 - 8:50 pm

    kerja ekstranya nanti pas benar-benar mau sekolah, usia SD, SMP, SMA, Kuliah, pas masuk itu… kerja ekstra. hehe, biaya soalnya.

  3. ranii saputra
    June 4, 2014 - 9:24 pm

    huaaaa, kebayang deh serunyaaa 😀
    butuh kerjasama ekstra yah antara suami dan istri (y)

  4. adek saya punya anak yang jaraknya cuma 12 bulan, sekarang sudah TKB dan kelas 1 SD, mereka kayak kembar diluar, tak terpisahkan. Tetapi awal2 kakaknya memang lebih cengeng dibanding adeknya. Ibunya harus bisa membagi perhatian.

    • Iya betul tuh mbak Ibu dan Ayah harus pintar-pintar bagi perhatian dan kerjasama. Mudah2an repot sekarang nanti lega di kemudian 🙂

  5. Aku nyimak aja dulu ya mas, soalnya belum punya anak 🙂

  6. Kebanyang deh mas gimana repotnya, saya aja baru satu repot bukan main tapi ya itulah anak, kita sebagai orang tua harus bisa bersyukur mereka udah ada dan kita wajib merawatnya

Leave a Reply

Your email address will not be published / Required fields are marked *