Apa itu induksi dan 3 alasan mengapa harus di induksi

Mayoritas Ibu dan calon Ibu pasti ingin melahirkan secara normal, terutama bagi mereka yang baru pertama kali akan mengalami proses persalinan atau melahirkan. Namun ketika proses persalinan tak bisa dilakukan secara normal, mau tau mau proses persalinan harus dilakukan secara tidak normal, seperti operasi cesar ataupun dibantu dengan proses induksi.

Apa itu Induksi

Induksi adalah proses memberikan rangasangan / stimulus dengan menimbulkan rasa mulas pada proses persalinan supaya bayi bisa dilahirkan.

Alasan Induksi

Para dokter memilih untuk menginduksi persalinan bisa karena 3 alasan dibawah ini:

  1. Air ketuban mungkin pecah dan mengandung sedikit limbah janin (mekonium) atau bayi menunjukkan tanda harus dikeluarkan dengan cepat.
  2. Bisa juga karena si Ibu menderita preeklamsia / tekanan darah tinggi kronis, diabetes, atau si bayi menjadi terlalu besar karena sesuatu hal.
  3. Sudah terlambat lebih dari 1 minggu dari tanggal yang sudah ditentukan oleh dokter untuk proses persalinan. Karena jika kehamilan berlangsung lebih dari 40 minggu, plasenta mulai kehilangan kemampuan untuk memasok oksigen kedalam janin. Namun memang ada juga yang sanggup melahirkan pada usia kehamilan 10 bulan seperti yang dialami teman saya, tentunya tidak semua orang bisa seperti itu, itu bergantung pada kondisi / kesehatan janin didalam rahim dan ada rekomendasi dari dokter.

Adapun pengalaman istri saya, dia diinduksi dengan metoda infus, cairan induksinya dimasukkan kedalam tubuh melalui proses infus selama 1 hari penuh dengan istirahat selang beberapa jam. Jadi Pada Hari Rabu (18-07-2012) pukul 05.30 pagi dia sudah diinduksi, dan bayi sukses terlahirkan secara normal dengan induksi di keesokan harinya pada hari Kamis (19-07-2012) pukul 06.10.

Itu tergolong proses induksi yang sangat lama (memakan waktu 1 hari). Saat proses induksi pun selalu di cek detak jantung jabang bayi karena induksi berisiko juga terhadap janin dan biasanya beresiko untuk juga dilakukan operasi bedah cesar.

Jadi bagaimana pengalaman rekan-rekan Ibu saat persalinan?

Share this post Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published / Required fields are marked *