Apa yang dilakukan suami saat kehamilan istri usia 8 bulan

img src : lifestyle.okezone.com

img src : lifestyle.okezone.com

Seperti yang pernah saya ulas tentang masalah kehamilan usia 8 bulan, usia kehamilan istri 8 bulan berarti suami juga harus siap-siap membantu baik dari membantu perlengkapan untuk melahirkan juga membantu menenangkan sang istri. Berdasarkan pengalaman saat istri hamil anak pertama. Pada trimester tiga atau mendekati melahirkan, dia pernah curhat bahwa banyak pikiran-pikiran aneh seperti apakah nanti melahirkan lancar-lancar saja? apakah anak akan lahir selamat?, apakah dia akan selamat juga? dan banyak pikiran lainnya.

Meski suami sangat tak tahu bagaimana rasanya hamil apalagi akan melahirkan, tapi disitulah peran suami yaitu membantu meringankan beban pikiran istri, mendengarkan, dan mendoakan. Kalau suami ikutan panik dan mikir yang enggak-enggak, itu yang berbahaya. Karena semua juga bermula dari pikiran dan niat bukan. Jadi daripada berpikir yang aneh-aneh, lebih baik berdoa mudah-mudahan dilancarkan semuanya.

Jadi apa yang bisa suami lakukan saat kehamilan istri usia 8 bulan atau saat kehamilan istri semakin membesar yang biasanya masuk trimester akhir ?

  1. Memijat. Saat hendak tidur, suami bisa memijat kaki atau punggu istri. Usia kehamilan 8 bulan berarti istri semakin mudah pegal karena seiring bertambah berat badan bayi akan menekan otot perut dan otot punggung. Ini mengakibatkan istri sering pegal terutama pada punggung dan kaki. Jadi selain meredam kaki di air hangat, pijatan sang suami pada kaki dan punggung sang istri bisa membantu membuat istri lebih rileks 🙂
  2. Berdoa dan menenangkan istri. Biasanya pada kehamilan pertama, istri akan resah gelisah dan banyak pikiran terutama jelang melahirkan. Jadi suami wajib untuk menenangkan sang istri dan berdoa saja mudah-mudahan dilancarkan kehamilan dan proses melahirkan nanti. Usia kehamilan 8 bulan termasuk usia rentan karena segala hal bisa terjadi seperti misalkan harus melahirkan prematur dan lainnya. Jadi banyak-banyak berdoa ya.
  3. Bantu memersiapkan perlengkapan bayi atau kelahiran. Meski istri yang paling tahu perlengkapan yang perlu dipersiapkan jelang kelahiran, namun suami pun bantu dengan menuliskan apa saja perlengkapan kelahiran untuk istri dan bayi nanti seperti popok, pakaian, gurita, dan lainnya. Yang pasti jangan dibuang tuh pakaian bayi anak pertama. Karena pakaian tersebut bisa digunakan lagi untuk anak kedua dan seterusnya. Toh pakaian bayi 1-5 bulan cepat sekali usia pemakaiannya.
Share this post Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

Comments

  1. Thanks masukannya

  2. hemmmmmm

  3. Gak hamil aja sering di pijat kok 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published / Required fields are marked *