Rancabuaya, Menikmati Keindahan Pantai dan Gunung Secara Bersamaan

Pantai Rancabuaya, adakah yang pernah mendengarnya? Well mungkin mayoritas belum mengenal betul pantai yang menyimpan pesona keindahan alami ini. Mendengar namanya saja pertama kali bisa membuat begidik karena terdiri dari kata ranca yang artinya kalau tidak salah “rawa” dan “buaya” yang artinya ya buaya. Jadinya wahh pantai tempat berkumpulnya buaya *Kira-kira gitu pikiran sesat saya yang terlintas*, hehe.

Yang pasti setelah sampai pantai Rancabuaya, setelah cape letih perjalanan menuju pantai kurang lebih 9 jam dari Bandung dengan waktu untuk istirahat sekitar 1.5 jam dan hambatan lainnya diperjalanan seperti kasus ban bocor, ngopi-ngopi, isi bensin, dan tak lupa acara penting yaitu foto-foto, terbayar sudah rasa letih, lelah, cape, dan pegal pegal tersebut. Ya sebenarnya jika perjalanan lancar tak terlalu banyak berhenti, hanya sekitar 6 jam perjalanan dari Bandung menuju Rancabuaya dengan menggunakan motor yang menempuh jarak +-165 KM.

rancabuaya
Salah satu keindahan alam menuju pantai

Terletak di Garut sebelah selatan, selain pantai nya yang indah, perjalanan menuju Rancabuaya pun tak kalah menakjubkan. Udara yang dingin menyegarkan, pegunungan, pepohonan, persawahan, perkebunan teh, menyatu menciptakan keindahan yang luar biasa. Mata kenyang memandang hehijauan, mulut dan hati pun tak hentinya mengucap syukur atas keindahan alam yang memesona sepanjang jalan.

Adapun untuk menempuh Rancabuaya dari Bandung dapat melalui (jalur cepat/singkat):

Bandung - Cileunyi – Nagreg – Garut – Cikajang – Halimun – Depok – Bungbulang – Mekarmukti - Cijayana - Rancabuaya (finish).

Wuihh panjang ya jalurnya, begitulah itu adalah jalur tercepat menuju Rancabuaya menurut sang pakar sekaligus EO kita untuk perjalanan ini, yaitu Husny. Kemudian untuk jalur pulangnya adalah :

Rancabuaya – Caringin – Cibereum – Cikuya – Bungbulang – Liunggunung – Depok – Halimun - Cikajang - Garut – Nagreg – Cileunyi - Bandung (home sweet home)

Wuahh makin jauh? Ya karena jalur pulang ini adalah jalur umum yang digunakan untuk mencapai Rancabuaya, hanya saja agak lebih jauh.

Salah satu kondisi jalan di desa Mekarmukti

Ok sekarang kondisi jalan menuju Rancabuaya seperti apa? Silakan lihat gambar. Karena kami terburu-buru mengingat waktu sudah mendekati malam, kami pun melalui jalur tercepat, yaitu melalui desa Mekarmukti. Namun kondisi jalanannya masih belum “memadai”. Jalanan masih banyak bebatuan dan rusak, ada juga daerah yang longsor. Mengingat keberangkatan kami ditemani oleh hujan, jalanan pun semakin rawan dan licin, jadi berhati-hati lah.

Tapi jika Anda tak terburu-buru, lebih baik menggunakan jalur umum yaitu Liunggunung – Bungbulang – Cikuya – Cibereum – Caringin – Rancabuaya. Jalur ini jalannya lumayan bagus, tidak separah seperti di desa Mekarmukti.

Rasa nya seperti di film “The Last Samurai” ?

Yang pasti pemandangan indah yang asli akan tampak setelah melalui Cikajang, sehingga jalur manapun yang ditempuh baik jalur cepat maupun normal / umum, kita akan disuguhi pemandangan luar biasa.

curug orok
istirahat sejenak di curug orok
istirahat
rekan perjalanan, ihsan nurdiansyah sedang istirahat melepas letih

Setelah melalui proses panjang, akhirnya sampailah di Rancabuaya, namun karena kami sampai lokasi pukul 06.30, hari sudah gelap sehingga kami tidak dapat melihat pantai saat itu, hanya bisa mendengar ombak menggulung. Dengan membayar biaya “selamat datang” seharga Rp7000,- /motor, kami langsung menempati villa yang kami sewa seharga Rp300.000,-/hari. Nah jika villa sudah full bookedsemua, tenang saja karena ada jasa penyewaan kamar seharga Rp100.000,-/hari dan masih banyak jasa sewa penginapan lainnya.

villa
villa menghadap pantai, halaman luas untuk main bola

Villa nya sangat nyaman dan langsung mengarah menghadap pantai. Halamannya luas sehingga saat pagi menyapa dan embun turun di pelupuk mata, kita bisa leluasa untuk bermain bola misalkan atau memanfaatkan halaman luas tersebut tanpa mengganggu penghuni villa lainnya. Pengurus villa nya pun baik hati dan sangat ramah *Pokoe poll lah*. Akhirnya di pagi hari saat tubuh yang letih dan cape setelah terguncang oleh jalanan menuju Rancabuaya, berangkatlah kami menyusuri pantai. Indah Luar Biasa, masih jernih, biru nya pantai benar benar biru.

Karena di tempat tersebut sudah banyak orang, lalu kami menyusuri pantai lebih jauh dan kami menemukan daerah sisi pantai yang sepi. Disana pun yang ada hanya rombongan kami. Enak banget nggak tuh, serasa pantai pribadi aja ya. Pasirnya pun akhh sulit diungkapkan dengan kata kata nih. Langsung cek foto-foto nya deh ya.

rancabuaya-garut
Bahagia-ekspresikan gayamu
pantai
santai dan bersenang-senang dipantai
pasir-rancabuaya
Syafikli Musyafako sedang keindahan pasir dan pantai Rancabuaya
pantai_rancabuaya
bersenang-senang di pantai rancabuaya, sepi sekali dengan pasir yang bersih

Perjalanan pulang memakan waktu sekitar 11 jam. Itu karena sesampainya di Garut kami menghabiskan waktu sekitar 3 jam yang antara lain dimanfaatkan untuk berendam dan berenang di Cipanas, menambal ban motor yang bocor dan makan bakso yang terkenal dan enak di daerah Cipanas itu*slurph mantep*. Yang pasti setelah lelah dalam perjalanan dari Rancabuaya ke Garut, sayang kalau kita tak mampir terlebih dahulu ke Cipanas untuk melepas lelah, beristirahat dengan berendam bersama air hangat yang asli turun dari gunung. Wah rasanya nikmat deh, badan seperti di pijat oleh kolam panas tersebut, jadi pijatannya alami loh ya :-D . Setelah segar berenang berendam air hangat, kami makan bakso yang dengan Rp10.000,- nikmatnya beuhh bikin ketagihan. Setelah itu kami pun pulang.

Yang patut disayangkan adalah akses menuju Rancabuaya yang masih rawan dan sulit dicapai oleh motor (terutama bagi pengendara motor yang biasa berkendara di jalanan yang stabil dan bagus) apalagi mobil. Jika saja pemerintah daerah bisa memaksimalkan potensi keindahan alam Rancabuaya dan sekitarnya dengan misalkan memerbaiki jalan menuju Rancabuaya dan memberi modal bagi masyarakat daerah sekitar untuk berkreasi seperti membuat cinderamata ataupun berjualan, maka bukan tak mungkin objek wisata Rancabuaya akan semakin terkenal, menambah pemasukan bagi pemerintah dan tentu ikut menambah pemasukan bagi masyarakat sekitar, amin.

35 thoughts on “Rancabuaya, Menikmati Keindahan Pantai dan Gunung Secara Bersamaan”

  1. Saya baru buka blog ini lagi.

    Selalu teringat kesan2 selama di perjalanan.
    jujur, di tempat wisatanya kurang berkesan.

    tapi buat saya. proses yang harus selalu diingat untuk dijadikan pelajaran.
    apapun itu lah , saya kurang pandai dalam menulis.

    Pokonya mamin top, mengabadikan hal yang memang seharusnya abadi…

    hahhaha.

    SALAM BOCOR !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! ( ban )

  2. enaknya lewat bandung-cileunyi-nagrek-garut- bayongbong-cisurupan-cikajang kota (belok kiri jangan kanan)-cisompet-gunung gelap-pameungpeuk-santolo-terus lurus sampe rancabuaya. jalannya mulus (recomended untuk mobil) jarak mungkin lebih jauh, kalo via bungbulang mending via cijayana dari pada caringin jalan sama jeleknya tapi via cijayana lebih deket (recomended untuk motocross atau mobil off road), lebaran 1433 kemaren sy bw panther ampir2an tuh harus extra hati2 malah ada pick up bak olinya bocor kena tumbukan batu.

  3. Aduh sesuatu bgt ya!!!he jd kangen k kmpung hlaman,tos lmi og teu k ranca buaya( buaya enak),hayu atu kang urang sareng” ameng k ranca buaya,Sakantnan ke mah brkunjung hela k gubuk abi,hee
    Kalrsan abi g tnggal smntra d bdg..hee

  4. aq aja org grt blm pnah ksana krn jauh dan aksesnya yg kurang bagus> ini lg browsing ttg rcbuaya, baca ini jd lumayan dpt info> thanks ya

  5. wah kerenlah !!!!!!!!! Ranca Buaya…..teu acan nyobian yeuh sim kuring kadinya mah kang, haturnuhun ah info na bermanfaat pisan
    tos nyobian ka pantai jayanti kang di cidaun ??. upami teu acan mah cobian kadinya geura wuih pokonamah moal tebih lah sareng ranca buaya mah ( asa aya di tungtung dunya geura ) salam kenal ah ti sim kuring brudax Touring.

    1. @gagarock : wess mantep donk..hmm masuk arena pantai sana cuma 7rb..untuk penginapan villa nya seharga 300rb an. Tapi gak tau ya klo malam taun baru apakah hargany akan naik/ga. Ada juga tipe penginapan nya kamar kayak kosan gitu, cuman 100rb permalam.

      Sikat gan…

  6. saya tinggal lama di daerah bungbulang, termasuk garut selatan ko malah jarang jalan saya, padahal klo lihat daerahnya keknya bagus bgt ya…mmhh…tp sayang sekarang gunung papandayan yg menambah indah garut justru ada aktivitas magma didalamnya…

    1. @ julicavero : wah gitu ya, mantep atuh sayang bgt tuh gak sempet menjelajahi daerah sana ya, apalagi rancabuaya nya tuh. Sok atuh kesana lagi aja kang :D. Gpp Gunung Papandayan meski ada aktivitas magma moga-moga tetep aman ya, amin..

  7. kunjungan balik. postingannya bagus. sering denger daerah rancabuaya. tapi baru ini tahu gambarnya. thx for sharing. hummm sayang yaaa aksesnya lumayan susahh. btw, asli bandung ya? aku dulu pernah di bandung kuliah. always love that city…

    1. Wah kunjungan diterima, maaf gak ada hidangan nya, hehe..iya akses mayan susah tapi sesampainya disana terbayarkan deh :D..yup asli Bandung. wah kuliah dimn dlu? jadi kangen ma Bandung juga nih, pulang ah ntar, hihi. Makasih dah berkunjung & partisipasi. Keep blogging..

    1. Sok atuh mas (bahasa campuran, he) pada main kesana, insyaAllah masih bagus bgt..belom terjamah ma banyak orang lah mengingat akses nya yang masih sulit nampaknya. tks dah mampir :)

  8. Mamin, keren euy, tapi baca komen na punya ihsan widiihh mamin,, saredih..

    semuanya indah karena dilalui bersama dengan sahabat2 ku..
    nuhun pren..

    tong poho nya ka urang mun geus sarukses….

    1. Akhirnya lee di lirik oge ieu blog, di aantos pisan komen antum, he. keren naon yeuh foto2 na nya, alhamdulillah atuh. Bener lee indah dilewati bersama, suka duka banyak dilalui, hi..moga kita bisa sukses bareng atuh, amin..

    1. @ ihsan : wah super kang memang bersama sahabat tercinta, perjalanan sejauh apapun akan dinikmati dengan suka cita, he..next vacation??
      @ qefy : salam kenal jg, makasih dah mampir n komen..salam sejuk juga..

  9. lelah nya perjalanan ke rancabuaya terhapus dengan indahnya pantai,
    indahnya pantai sedikit terhapus dengan lelahnya dan dinginnya perjalanan pulang ke garut,
    dinginnya pun terhapus dengan hangatnya kolam air panas dan makan baso,
    tetapi terhapus lagi dengan perjalanan pulang ke bandung (gelo macet, jd lewat cicalengka)..
    semuanya indah karena dilalui bersama dengan sahabat2 ku..
    nuhun pren..
    alhamdulilah saralamet :D

  10. ralat nih,ranca mah sanes rawa
    saur ihsan mah ranca teh berasal dari bahasa padang “ranca banaaa..” yang artinya enak benarrr
    ranca = enak dan banaa= benar.. begitu min..wkwkwk
    jadi rancabuaya tuh = buaya enak. :p
    saya juga pernah tuh kemaren ke rancabuaya sama temen2 jtk.
    pengalaman saya selama berlibur kesana, jalur menuju rancabuaya adalah jalur dgn tempat wisata dengan panorama dan wahana terlengkap,
    dimulai dari pegunungan,pesawahan,persungaian :p,perkebunan teh,perlautan(pasti na ie mah),pemandian air panas,wisata offroad (jalan rusak) dan terakhir wisata arung jeram :( (dengan kedalaman sungai satuur alias banjir)..

  11. mantap sekali tulisannya kang..semoga bermanfaat untuk yang membaca dan mudah2an suatu saat nanti saya bisa kesana bareng teman2 :)
    salut buat penulis..like this
    ane rate bintang 5 gan, semoga HT,heee

    1. @ agoy : mantep idenya, sok goy minta atuh peta na ke ku sayah di update artikel na
      @ criz 7: Amin HT tapi HT naon yeuh nya, hehe..asa resep upami banyak yang komen membangun kae akang gini teh..lanjutkan kang !
      @ minto : hue kocak to berbakat jadi blogger tipe lucu to, baca geh tipe-tipe blogger, ada tipe blogger kocak bisa bikin pembaca ceria seperti minto ini :P..muhun pengalaman paling berkesan di cileunyi, banjir sa tuur, tuur mucunghul !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>