Seru nya berwisata ke Gunung Merapi Yogyakarta

Masih dalam acara trip 3 hari di Yogyakarta, sesampainya di stasiun Yogyakarta menggunakan kereta wisata pukul 04:00. Kami mencicipi angkringan dekat stasiun dilanjutkan dengan melewati Marioboro, dan istirahat di tempat makan Soto Pak Gareng yang kabarnya terkenal. Disini sudah mulai terasa kota Yogyakarta yang khas yaitu tempat pejalan kaki yang lebar, delman di jalan raya, dan warga yang ramah. Lapar karena baru tiba di Yogya, jadi soto Pak Gareng semakin dirasa enak saja.

Setelah kenyang makan, kami lanjutkan wisata ke Gunung Merapi. Boleh dikata tempat ini kawasan wisata yang paling favorit dari 3 hari kami berada di Yogya dan sekitarnya. Selain biasanya saya hanya melihat merapi atau iklan nya almarhum mbah Marijan di TV, sekarang saya bisa berkunjung ke Gunung Merapi dan melihat bagaimana sungai-sungai menjadi kering akibat lahar dan ditutupi batu besar, rumah-rumah yang hancur akibat sapuan wedus gembhel, ataupun sawah yang ditanami bebatuan. Selain jalanan yang berdebu (jadi harus sedia masker), di sana kita bisa melihat dashyat nya akibat letusan merapi tahun 2010 lalu dan tentunya bisa merasakan segarnya udara kawasan Merapi dengan pohon-pohon besar di kiri-kanan jalan yang menyejukkan mata.

merapi

dahulu ini adalah sungai, sekarang tertutup bebatuan

Terletak sekitar 35KM utara kota Yogyakarta, kami tiba di lokasi Merapi sekitar pukul 08.00 dan sudah ditunggu oleh belasan mobil jeep yang akan mengantarkan rombongan untuk menjelajahi kawasan Merapi. Jeep-jeep ini meski usianya nampak sudah tua, tapi mantap sekali tarikannya, jalan berbatu tak ragu disikat saja, dan masih empuk kursinya.

jeep merapi

jeep-jeep yang akan mengantarkan wisata merapi dengan supir handal

merapi jeep

jalan berbatu atau berair tak masalah.

Desa di Gunung Merapi

Saya tak terlalu ingat banyak desa mana saja yang kita lewati saat perjalanan ke puncak Merapi. Tapi berdasarkan catatan saya, kita melewati :

kali kuning – museum cihartagung di desa petuk – bunker kali adem – dan kembali melalui kali opak

Di desa petuk ini terdapat museum cihartagung, sebuah rumah yang terkena wedus gembhel dan dijadikan museum untuk wisatawan. Di rumah tersebut kita bisa lihat motor yang hangus, foto-foto korban merapi, jam dinding yang berhenti saat tersapu wedus gembhel, dan ada yang jualan souvenir juga.

museum cihartagung

museum cihartagung

eruption clock

moment of eruption

Bunker Gunung Merapi

Setelah mengunjungi desa petuk, melanjutkan perjalanan bunker Merapi kaliadem. Bunker ini berfungsi untuk perlindungan dari awan panas atau bencana. Berdasarkan keterangan guide, di bunker ini memakan korban jiwa sebanyak 2 orang karena saat letusan merapi, ada material masuk ke bunker ini dengan suhu diperkirakan 900 derajat celcius.

kaliadem

disekitar lokasi bunker kaliadem, meski cuaca agak terik, tapi udara tetap sejuk sepoi sepoi

kaliadem bunker

bunker kaliadem

bunker

situasi di dalam bunker

Bagaimana rekan-rekan tertarik untuk berwisata ke Gunung Merapi juga kah ? 😀

Share this post Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

Comments

  1. Seru banget ya, saya yang orang jogja aja belum pernah nyicipin wisata gunung merapi pasca erupsi… sedih liatnya…

  2. waktu aku kesana jipnya gak sampai melintasi air gitu mink 🙂 aku takut masuk bungker

Leave a Reply

Your email address will not be published / Required fields are marked *